2Apabila dua pasang gen yang tidak bertaut terdapat dalam hibrida, nisbah fenotip pada F2 adalah . 3.Uji silang dihibrida menghasilkan nisbah 1:1:1:1. 4.Makin banyak jumlah gen (pasangan alel) makin banyak jumlah kelas fenotip dan genotip pada F2. 59 Hasil perkawinan antara dua individu yang mempunyai sifat beda disebut. a. filius b. parental c. hibrid d. gamet 60. Yang merupakan galur murni adalah. a. BB dan Bb b. Bb dan Bb c. bb dan BB d. Bb dan bb 61. Persilangan antara bunga warna merah dominan (MM) dengan bunga warna putih (mm) menghasilkan perbandingan pada F2-nya 39 Faktor penentu sifat pada makhluk hidup adalah . a. Genotipe b. Gen c. kromosom d. nukleus 40. Ilmu yang mempelajari tentang penurunan sifat makhluk hidup disebut . a. Euthenika b. Teratologi c. Genetika d. Embryologi 41. Seorang anak lahir dari rahim ibunya. Oleh karena itu, sifat yang dimilikinya selalu . a. lebih banyak Persilangandihibrid adalah persilangan spesies dengan dua sifat beda. Apabila suatu persilangan dihibrid menghasilkan perbandingan genotipe filial 9 : 3 : 3. diharapkan dengan adanya jawaban soal ini dapat mempermudah kamu dalam belajar di rumah maupun disekolah saat diberikan tugas oleh bapak/ ibu guru. materi yang disediakan sangat 4macam. 8 macam. 16 macam. 32 macam. Tags: Question 8 . SURVEY . 30 seconds . Q. Macam genotipe dengan dua sifat beda pada F2 berjumlah answer choices . 16. 9. 4. 3. Tags: Question 9 . Persilangan antar sesama F1 menghasilkan F2 dengan perbandingan genotipe MM : Mm : mm = 1 : 2 : 1, Jika diketahui gen M dominan terhadap gen m Persilangandua sifat beda pada tanaman dengan sifat buah seperti berikut. gen B → ukuran besar (dominan) gen b → ukuran kecil (resesif) Berdasarkan tabel uji silang di atas dapat diketahui keturunan kedua (F2) memiliki: macam genotipe = BBMM : BBMm : BbMm : BbMM : BBmm : Bbmm : bbMM : bbMm : bbmm. rasio genotipe = 1 : 2 : 4 : 2 : 1 : 2 . Persilangan Monohibrid dan Dihibrid pada Hukum Mendel Ilmu hayat Kelas 12 Persilangan Monohibrid Kasus dominansi penuh Kasus dominansi tidak penuh Intermediet Persilangan Dihibrid Macam Genotipe Dengan Dua Sifat Beda Pada F2 Berjumlah Persilangan Monohibrid dan Dihibrid pada Hukum Mendel Ilmu hayat Kelas 12 Pada artikel Ilmu hayat inferior XII kali ini, dia akan mempelajari mengenai persilangan monohibrid dan persilangan dihibrid pada Syariat Mendel. — Halo tampin-teman nan di sana! Kamu, iya sira! Bisa jadi di antara kamu yang senggang siapa akademikus yang dijuluki bagaikan Bapak Genetika Maju? Jawabannya pasti sudah ketebak ya saat anda membaca judul artikel ini. Yup ! Beliau adalah Mendel. Nama lengkapnya adalah Gregor Johann Mendel. Mendel menemukan bahwa pewarisan sifat bermula indung kepada keturunannya menirukan suatu ideal tertentu. Reka cipta itulah nan setakat saat ini kita sebut dengan segel Syariat Mendel. Nah, Syariat Mendel ini dibagi menjadi dua nih , yang pertama adalah Syariat I Mendel dan nan kedua adalah Hukum II Mendel. Baca juga Pola-Pola Hereditas Wajib dia ketahui, Hukum I Mendel disebut juga dengan hukum segregasi independen . Kenapa? Karena pada syariat ini, gen di n domestik alel mengalami separasi segregasi secara bebas ketika pembentukan sel kelamin. Alel itu sendiri adalah padanan gen yang terletak di lokus yang sama pada kromosom homolog. Di sisi tidak, Hukum II Mendel disebut juga dengan hukum asortasi bebas karena gen di dalam gamet mengalami penggabungan asortasi secara bebas momen pembentukan individu yunior. So , jangan sebatas tertukar ya, Squad. Padalah, Hukum I Mendel dan Hukum Two Mendel ini diterapkan pada proses persilangan yang akan kita telaah pada artikel kali ini. Yuk , serentak saja kita simak! Sebelum kita masuk ke inti dari pembahasan kita, ada istilah-istilah kerumahtanggaan persilangan yang terlazim kamu ketahui dulu nih . Supaya kamu nggak galau, mari kita kenali istilah-istilah tersebut. Apa saja ya? Ini beliau! Oke, sehabis sira tahu segala apa saja simbol dan istilah-istilah north domestik persilangan itu, sekarang nan harus beliau ketahui adalah bagaimana cara dalam menentukan gamet. Gamet yang akan kita ketahui adalah berapa jumlahnya serta apa jenisnya. Baca juga Mengenal Gen, DNA, dan Kromosom Nah, waktu ini ia mutakadim tahu macam-macam fon, istilah, serta cara dalam menentukan gamet, nih . Berarti anda sudah siap bakal masuk ke pembahasan yang kita nanti-esok dari tadi. Daripada plus banyak nulis, mending langsung kita simak sahaja, marilah ! Persilangan Monohibrid Persilangan monohibrid yaitu persilangan dengan satu sifat beda . Maksudnya merupakan pada persilangan ini, kita hanya memperhatikan suatu kebiasaan doang, seperti warna anakan sirah, putih, dsb ataupun bentuk biji pelir buntak, lonjong, dsb. Lega persimpangan monohibrid berlaku Hukum Mendel I karena kapan pembentukan gamet kedua G2, gen di internal alel nan sebelumnya berpasangan akan mengalami pemisahan secara nonblok dalam dua sel momongan gamet. Secara bebas di sini maksudnya adalah penceraian kedua gen tersebut lain dipengaruhi atau mempengaruhi rival gen yang lainnya. Mendel melakukan persilangan monohibrid dengan suatu sifat tikai yang menunjukkan sifat dominansi yang muncul secara penuh dan resan dominansi yang tidak muncul secara penuh intermediet. Baca pun Mengenal Hukum Mendel adapun Pewarisan Sifat pada Makhluk Spirit Kasus dominansi penuh Persilangan lega kasus dominansi munjung akan terjadi apabila sifat gen yang satu lebih kuat dibandingkan dengan sifat gen yang lainnya. Akibatnya, rasam gen nan kian kuat itu dapat membentangi kebiasaan gen yang lemah. Dalam hal ini, gen yang memiliki sifat yang abadi disebut gen dominan dan gen yang memiliki resan yang ruai disebut gen resesif. Perhatikan pola di sumber akar ini, ya. Persilangan antara bunga ros ahmar MM dengan bunga mawar lugu mm dengan gen Thou bersifat dominan penuh terhadap yard. Lakukanlah persilangan sampai mendapatkan F2! Penyelesaian Beralaskan persilangan di atas, kita bisa mengetahui neraca fenotip dan genotipnya. Mesti diingat kalau fenotip ialah resan yang tampak. Kaprikornus, bersendikan hasil F2 kita bisa tahu seandainya skala fenotipnya merupakan 3 1 3 sifat merah 1 resan asli. Sedangkan, cak bagi perbandingan genotipnya diperoleh MM Mm mm = 1 2 1. Kasus dominansi tidak penuh Intermediet Persilangan pada kasus intermediet terjadi apabila sifat dari kedua gen sebanding-sama awet. Jadi, tidak cak semau gen yang berkepribadian dominan ataupun resesif. Perhatikan contoh di bawah ini. Persilangan antara rente mawar biram MM dengan bunga mawar putih mm dengan M dan m selaras-proporsional adalah gen dominan. Lakukanlah persilangan sampai mendapatkan F2! Penyelesaian Bagaimana nih? Sebatas di sini paham ya? Kalau sedemikian itu, silakan kita lanjut ke variasi persilangan yang kedua, adalah persilangan dihibrid. Baca juga Distorsi Semu Hukum Mendel Persilangan Dihibrid Jika sreg persilangan monohibrid kita hanya memperhatikan satu sifat beda saja, maka lega persilangan dihibrid kita akan memperhatikan dua adat beda atau lebih . Misalnya warna biji kemaluan dan rancangan buah, dandan biji kemaluan, kerangka biji zakar, dan rasa buah, dsb. Puas persilangan dihibrid bermain Syariat II Mendel karena pada saat pembentukan F2, gen di intern gamet yang tadinya mengalami pemecahan kemudian akan menyatu secara bebas. Penyimpulan secara bebas ini maksudnya adalah gen yang satu boleh secara bebas berintegrasi dengan gen nan lainnya tanpa adanya syarat tertentu. Perhatikan contoh berikut ini. Persilangan antara skor bulat asfar BBKK dengan skor kisut baru bbkk. Skor bulat B dominan terhadap biji kisut b dan rona kuning One thousand dominan terhadap corak bau kencur k. Lakukan persimpangan sampai mendapat F2! Penyelesaian Sehingga, akan diperoleh F2 = bulat kuning B_K_, buntak hijau B_kk, kisut kuning bbK_, kisut hijau bbkk. Untuk neraca fenotipnya adalah misal berikut Perbandingan fenotip = bulat kuning bulat hijau kisut kuning kisut hijau = 9 iii 3 1. Wow, lumayan panjang ya pembahasan kita boleh jadi ini. Bagaimana, sudah mulai pusing? Tapi tenang, pembahasan yang kelihatannya tahapan dan rumit ini aslinya mudah kok, mendalam deh! Nah, kalau engkau cuma baca doang tanpa latihan tanya, kan nggak afdol tuh. Oleh karena itu, di asal ini ada latihan soal nih. Langsung dicoba, ya! Besok nan sudah dapat jawabannya, bisa sederum tulis di rubrik komentar. Oke? Oke, selesai sudah pembahasan menghela kita mungkin ini akan halnya persilangan monohibrid dan dihibrid pada Hukum Mendel. Oh iya, seandainya kamu masih buncah dengan materi ini, atau engkau kepingin pelajari materi ini lalu video animasi cak agar lebih menggelandang lagi belajarnya, anda boleh lho download aplikasi Ruangguru , lewat memilah-milah aplikasi ruangbelajar . Dijamin, belajar bintang sartan tambah asik dan nggak ki boyak! Semangat berlatih, ya! Umur meraih mimpi! Referensi Irnaningtyas. 2018. Biologi bakal SMA/MA Kelas XII Kurikulum 2013 Revisi. Jakarta Erlangga. Artikel ini diperbarui pada 14 Desember 2020. Anaknya seneng ngitung, tapi nggak taksiran. Dulu koneksi orasi di Perserikatan Pertanian Bogor jurusan Matematika. Waktu ini kaprikornus pakar nulis Content Writer di Ruangguru. PertanyaanPersilangan dua sifat beda yang pada keturunannya F2 menghasilkan perbandingan fenotip 9 3 4 adalah …Persilangan dua sifat beda yang pada keturunannya F2 menghasilkan perbandingan fenotip 9 3 4 adalah …KriptomeriPolimeriEpitasis – hipotasisPautanPindah silangNSMahasiswa/Alumni Universitas Negeri YogyakartaJawabanjawaban adalah adalah adalah sifat gen dominan yang tersembunyi jika berdiri sendiri, tetapi akan tampak pengaruhnya jika bertemu dengan gen dominan lainnya yang bukan sealel. Kriptomeri terjadi pada percobaan Correns terhadap sifat bunga Linaria maroccana . Jika bunga berwarna merah disilangkan dengan putih akan menghasilkan fenotipe F1 berwarna ungu 100%. Jika antara F1 berwarna ungu disilangkan dengan sesamanya, akan diperoleh rasio pada F2 ungu merah putih sebesar 9 3 4. Dengan demikian jawaban adalah adalah sifat gen dominan yang tersembunyi jika berdiri sendiri, tetapi akan tampak pengaruhnya jika bertemu dengan gen dominan lainnya yang bukan sealel. Kriptomeri terjadi pada percobaan Correns terhadap sifat bunga Linaria maroccana. Jika bunga berwarna merah disilangkan dengan putih akan menghasilkan fenotipe F1 berwarna ungu 100%. Jika antara F1 berwarna ungu disilangkan dengan sesamanya, akan diperoleh rasio pada F2 ungu merah putih sebesar 9 3 4. Dengan demikian jawaban adalah pemahamanmu bersama Master Teacher di sesi Live Teaching, GRATIS!4rb+nneomuhappyIni yang aku cari! Makasih ❤️ Penurunan atau pewarisan sifat dari induk atau tetua kepada generasi keturunan berikutnya disebut inheritansi inheritance. Peristiwa pewarisan sifat tersebut mengikuti pola-pola tertentu yaitu pola-pola hereditas Latin heres atau ahli waris. Hukum Mendel merupakan Hukum Hereditas yang menjelaskan prinsip-prinsip penurunan sifat pada organisme. Mendel diakui sebagai Bapak Genetika karena dianggap sebagai penemu prinsip dasar penurunan sifat hereditas yang sering dikenal dengan hukum Mendel. A. Hukum I Mendel Hukum Mendel I disebut juga hukum segregasi yang menyatakan bahwa pada waktu pembentukan gamet, terjadi pemisahan alel secara acak The Law of Segregation of Allelic Genes. Dalam percobaannya, Mendel menanam tanaman kacang ercis Pisum sativum dan memeriksa keturunan-keturunannya. Hasil penyilangan menunjukkan bahwa sifat dari dua induk tidak muncul sekaligus hanya satu sifat. Kacang kapri berbunga merah yang disilangkan dengan kacang kapri berbunga putih menghasilkan kacang kapri berbunga merah. Berarti warna merah dominan terhadap warna putih, atau warna putih resesif terhadap warna merah. Alel dominan yaitu gen penentu sifat yang menutupi sifat pasangannya alel resesif , dan ditulis dengan huruf besar dalam contoh di atas, warna merah bersifat dominan dan ditulis sebagai M. Alel resesif yaitu alel penentu sifat yang ditutupi oleh sifat pasangannya alel dominan, dan ditulis dengan huruf kecil dalam contoh di atas, warna putih bersifat resesif dan ditulis sebagai m. Selanjutnya, Mendel menyilangkan sesama F1 yang berbunga merah. Keturunan generasi kedua F2nya terdiri dari tanaman berbunga merah dan tanaman berbunga putih dengan rasio perbandingan 3 1. Berdasarkan penelitiannya, Mendel menyusun beberapa hipotesa sebagai berikut Sepasang gen dari induk jantan dan induk betina berperan dalam mengendalikan setiap sifat pada keturunannya. Setiap alel anggota dari sepasang gen menunjukkan bentuk alternatif sesamanya. Misalnya warna merah dengan putih, atau biji bulat dengan biji keriput. Pasangan alel berbeda yang terdapat bersama–sama dalam satu individu tanaman, terdiri dari alel yang merupakan faktor dominan dan faktor resesif. Faktor dominan akan menutupi faktor resesif. Pada saat pembentukan gamet meiosis, masing-masing alel memisah secara bebas. Selanjutnya, penggabungan gamet terjadi secara acak. Individu murni mempunyai pasangan sifat alel yang sama yaitu dominan saja, atau resesif saja. Setelah diuji berkali-kali ternyata hasil penelitian Mendel tetap, sehingga hipotesis Mendel ditetapkan sebagai Hukum Mendel yang pokok, yaitu Hukum Mendel I Hukum Segregasi. 1. Persilangan Monohibrida Persilangan monohibrida adalah perkawinan 2 individu dengan satu sifat beda yang mencolok. Persilangan monohibrida dapat terjadi pada tumbuhan, hewan maupun manusia. Sebagai langkah awal dalam mempelajari persilangan monohibrida, berikut ini akan dijelaskan tentang istilah-istilah yang sering digunakan dalam persilangan. 1. Parental PInduk jantan dan betina yang mengadakan perkawinan/persilangan. Parental disebut juga orang tua/tetua 2. Filial FIndividu hasil persilangan, disebut juga keturunan/zuriat. Keturuanan pertama diberi simbol F1, keturunan kedua diberi simbol F2, dst. 3. HibridHasil persilangan dari dua individu dengan sifat beda 4. DominanSifat yang menang, sifat ini menggunakan simbol huruf besar misalnya HH halus, KK kuning. 5. HibridHasil persilangan dari dua individu dengan sifat beda 6. DominanSifat yang menang, sifat ini menggunakan simbol huruf besar misalnya HH halus, KK kuning. 7. ResesifSifat yang kalah, diberi simbol huruf kecil misalnya hh kasar, kk hijau. 8. IntermedietSifat di antara dominan dan resesif misalnya merah adalah dominan simbol M, sedangkan putih resesif simbol m maka merah muda adalah intermediet simbol Mm. 9. GenotipeMerupakan sifat yang ditentukan oleh gen. Misalnya MM, Mm. 10. FenotipeSifat yang muncul dari luar karena adanya akibat dari hubungan antara faktor genotipe dan lingkungannya. 11. HomozigotMerupakan bentuk dari gen yang sama pada pasangan kromosom homolog, misalnya gen K mempunyai alel k sehingga gen dan alel ditulis KK dan kk. 12. HeterozigotKebalikan dari homozigot yaitu individu yang mempunyai pasangan gen dan alel yang tidak sama. Misalnya, kulit halus dominan simbol H dan kulit kasar simbol h resesif. Maka Hh adalah heterozigot. 13. AlelBentuk alternatif suatu gen yang menempati lokus yang sama dengan pasangan kromosom homolog misalnya gen B memiliki alel b sehingga gen dan alel dapat ditulis BB atau Bb. Persilangan monohibrida pada tumbuhan dapat dilakukan misalnya pada buncis berbiji bulat dengan buncis berbiji keriput, buncis dengan biji warna kuning disilangkan dengan biji warna hijau, buncis berbunga merah dengan buncis berbunga putih, dan seterusnya. Hasil Persilangan dengan Satu Sifat Beda Persilangan Monohibrida Sifat Beda Induk = Parental PSifat dan Banyak Individu yang DihasilkanPerbandingan Jumlah F2 Keturunan I F1Keturunan II F2 Biji bulat X keriput Semua bulat keriput2,961 Biji kuning X hijau Semua kuning hijau3,011 Bunga merah X putih Semua merah705 merah 224 putih3,151 Polong gembung X kurus. Semua gembung882 gembung 299 kurus2,951 Polong hijau X kurus. Semua hijau428 hijau 152 kuning1,821 Bunga aksial X terminal Semua aksial651 aksial 207 terminal3,141 Batang panjang X pendek Semua panjang787 panjang 177 pendek2,841 Persilangan monohibrida pada hewan dapat dipelajari pada persilangan antara marmot dengan rambut normal hitam dan marmot dengan rambut albino. Berikut ini adalah persilangan antara kedua marmot tersebut. P ♀AA hitamX♂aa albino Gamet Aa F1 Aa hitam F2 Gamet Aa A AA hitamAa hitam a Aa hitamaa albino Catatan Alel A = menyebabkan terbentuknya melanin pigmen pemberi warna Alel a = menghambat terbentuknya melanin Dari hasil persilangan monohibrida sebelumnya, perbandingan fenotip antara marmot rambut hitam dengan albino adalah 1 AA 2 Aa 1 aa atau 3 hitam 1 albino. 2. Sifat Intermediet Ketika mencoba menyilangkan bunga pukul empat Mirabilis jalapa merah dan putih menghasilkan keturunan F1 merah muda. Setelah dilakukan persilangan sesama F1 ternyata menghasilkan keturunan F2 yaitu merah, merah muda, dan putih dengan perbandingan 1 2 1. Dari hasil percobaan tampak dihasilkan keturunan dengan perpaduan sifat dari kedua induknya yaitu merah muda, warna ini disebut dengan sifat intermediet. Warna tersebut terjadi karena dominasi yang tidak sempurna dari warna merah tetapi masih menampakkan tanda warna merah dominan terhadap warna putih. Parental Fenotipe♀merahXputih♂ GenotipeMMmm Gametmm F1 Fenotipemerah muda GenotipeMm F1 x F2 FenotipeMmxMm GametM, mM, m F2 Gamet Mm M MM merahMm merah muda m Mm merah mudamm putih Dari diagram dan tabel dapat dilihat perbandingan fenotipe dan F2 adalah 1 2 1 = merah merah muda putih, sedangkan perbandingan genotipenya F2 dapat dilihat 1 2 1 = MM Mm mm B. Hukum Mendel II Pada saat periode yang sama Mendel menyelidiki pewarisan, ia juga menyilangkan tanaman ercis yang berbeda dalam dua sifat, persilangan ini dinamakan persilangan dihibrid. Mendel menyilangkan varietas ercis berbiji bulat berwarna kuning dengan varietes ercis berbiji keriput berwarna hijau. Keturunan pertama F1 menghasilkan keturunan berbiji bulat warna kuning. Kemudian Mendel menyilangkan antara F1 yang menghasilkan keturunan F2 sebagai berikut 315 varietas ercis berbiji bulat kuning 101 varietas ercis berbiji keriput kuning 108 varietas ercis berbiji bulat hijau 32 varietas ercis berbiji keriput hijau Jika kita amati perbandingan antara tanaman tersebut yaitu perbandingan antara tanaman bulat kuning keriput kuning bulat hijau keriput hijau = 9 3 3 1. Parental 1 FenotipeKacang ercis berbiji bulat warna kuningXKacang ercis berbiji keriput warna hijau GenotipeBBKKbbkk GametBkbk F1 FenotipeBulat kuning GenotipeBbKk Parental 2 GenotipeBbKkxBbKk GametBK Bk bK bkBK Bk bK bk F2 Gamet BKBkbKbk BK BBKK 1 bulat kuningBBKk 2 bulat kuningBbKK 3 bulat kuningBbKk 4 bulat kuning Bk BBKk 5 bulat kuningBBkk 6 bulat hijauBbKk 7 bulat kuningBbkk 8 bulat hijau bK BbKK 9 bulat kuningBbKk 10 bulat kuningbbKK 11 keruput kuningbbKk 12 keriput kuning bk BbKk 13 bulat kuningBbkk 14 bulat hijaubbKk 15 keriput kuningbbkk 16 keriput hijau Pada bagan di atas dapat ditemukan hal-hal sebagai berikut. Pada nomor 1, 2, 3, 4, 5, 7, 9, 10, 13 dihasilkan tanaman varietas ercis berbiji bulat kuning yang jumlahnya ada 9. Pada nomor 6, 8, 14 dihasilkan tanaman varietas ercis berbiji bulat hijau yang berjumlah 3. Pada nomor 11, 12, 15 dihasilkan tanaman varietas ercis keriput kuning yang berjumlah 3. Pada nomor 16 dihasilkan tanaman varietas ercis berbiji keriput hijau yang berjumlah 1. Sehingga perbandingannya menghasilkan bulat kuning bulat hijau keriput kuning keriput hijau = 9 3 3 1. Kotak nomor 6, yaitu varietas ercis berbiji bulat hijau dengan nomor 11 yaitu varietas ercis berbiji keriput kuning. Kedua individu tersebut mempunyai genotipe yang tidak dimiliki oleh kedua induknya, sehingga individu tersebut disebut sebagai individu baru bastar konstan. Individu tersebut memiliki genotipe yang homozigot dan sifat itu muncul akibat perpaduan sifat kedua induknya. Gen yang telah terpisah tersebut akan bergabung dengan gen dari induk lain pada saat perkawinan. Penggabungan tersebut terjadi secara acak dan bebas. Pada perkawinan ini tampak jelas bahwa gen-gen dapat berpasangan membentuk kombinasi yang beragam. Maka hal tersebut dikenal dengan Hukum II Mendel atau Hukum Pengelompokan Gen Secara Bebas The Law Independent Assortment of Genes. Hal tersebut dituangkan dalam Hukum II Mendel yang berbunyi “Bila individu berbeda satu dengan yang lain dalam dua pasang sifat atau lebih, maka akan diturunkan sifat yang sepasang tak tergantung dari pasangan sifat yang lain. Persilangan Lebih dari Dua Sifat Beda Kemungkinan genotipe dan fenotipe pada F2 dalam persilangan monohibrid gamet yang terbentuk pada F1 ada 2 macam dan fenotipenya ada 2 macam dengan perbandingan 3 1. Pada perbandingan dihibrida gamet yang terbentuk pada F1 sebanyak 4 macam dan fenotipe sebanyak 4 macam dengan perbandingan 9 3 3 1. Jika kita melakukan persilangan dengan tiga sifat beda trihibrid akan menghasilkan gamet sebanyak 8 macam. Dengan demikian F2 akan menghasilkan sebanyak 64 keturunan atau 82. Perhatikan contoh berikut ini. P1TTBBMMttbbmm Bulu Tebal, Paruh Besar, Ekor PanjangBulu Tipis, Paruh Kecil, Ekor Pendek GTBPtb F1TtBb Bulu Tebal, Paruh Besar,Ekor Panjang P2TtBbPpTtBbPp GTBP TBp TbP Tbp tBP tBp tbP tbpTBP TBp TbP Tbp tBP tBp tbP tbp F2 TBPTBpTbPTbptBPtBptbPtbp TBPTTBBPPTTBBPpTTBbPPTTBbPpTtBBPPTtBBPpTtBbPPTtBbPp TBpTTBBPpTTBBppTTBbPpTTBbppTTBBPpTtBBppTtBbPpTtBbpp TbPTTBbPPTTBbPpTTbbPPTTbbPpTTBbPPTtBbPpTtbbPPTtbbPp TbpTTBbPpTTBbppTTbbPpTTbbppTtBbPpTtBbppTtbbPpTtbbpp tBPTtBBPPTtBBPpTtBbPPTtBbPpttBBPPttBBPpttBbPPttBbPp tBpTtBBPpTtBBppTtBbPpTtBbppttBBPpttBBppttBbPpttBbpp tbPTtBbPPTtBbPpTtbbPPTtbbPpttBbPPttBbPpttbbPPttbbPp tbpTtBbPpTtBbppTtbbPpTtbbppttBbPpttBbppttbbPpttbbpp Hubungan antara Jumlah Sifat Beda dengan Banyaknya Macam Gamet F1 dan Perbandingan F2 Jumlah Sifat Beda Jumlah Macam GametJumlah Macam Genotipe F2Kemungkinan Fenotipe F2Perbandingan Fenotipe F2 1 21 = 2323 1 2 22 = 4949 3 3 1 3 23 = 827827 9 9 9 3 3 3 1 n 2n3n2n3n dst Mahasiswa/Alumni Universitas Gadjah Mada03 Juli 2022 1418Jawaban yang benar adalah A. Polimeri adalah bentuk interaksi antara dua gen atau lebih yang saling kumulatif saling menguatkan dan menambahkan sifat yang sama. Suatu sifat ini dapat muncul akibat banyaknya gen yang bekerjasama secara kumulatif. Perbandingan genotip dari polimeri adalah 151. Adapun contoh dari polimeri adalah warna pada biji gandum. Warna merah pada biji gandum ditentukan oleh gen M1 dan M2, sedangkan alelnya m1 dan m2 menyebabkan biji gandum tidak berwarna atau berwarna putih. Makin banyak jumlah gen penghasil warna gen M, warna biji gandum makin merah. Sebaliknya makin sedikit gen M, makln berkurang warna merah pada biji gandum. Dengan demikian, keturunan pada F2 yang menghasilkan perbandingan genotipe 151 adalah dari persilangan dengan dua sifat beda polimeri. Kenshani Kenshani Biologi Sekolah Menengah Pertama terjawab • terverifikasi oleh ahli Iklan Iklan gustanika gustanika Macam genotipe dengan 2 sifat beda pada F2 berjumlah c. 9Saya kasih contoh juga sekalian kenapa bisa 9. Ini persilangan dua sifat beda albino-normal dan rambut keriting-lurus. Di baris paling bawah, ada genotip jumlahnya 9 makasih tlong kasih catatannya dong saya kasih contoh sekalian di foto gmn bisa 9 terima kasih maaf, itu saya edit jawaban yang benar Iklan Iklan Pertanyaan baru di Biologi 1. otot antar tulang rusuk berkontraksi2. otot antar tulang rusuk relaksasi3. volume rongga dada membesar4. volume rongga dada mengecil5. tekanan udar … a dalam rongga dada meningkat6. udara keluarproses ekspirasi pernapasan dada dapat terjadi jika? tolong pilih 4 yang bener ya.​ buatlah rangkuman tema 6 kelas 5​ Kelainan pada sistem ekskresi karena kekurangan hormon vasopresin atau hormon anti diuretik ADH sehingga volume urine yang dikeluarkan sangat banyak … disebut Saran tidak terjadi ketinggian penyakit pada unggas menentukan karakteristik jumlah makhluk hidup yang berbeda dalam setiap taksontolong jawab ya, makasii ​ Sebelumnya Berikutnya Iklan Mendel mengembangkan beberapa hukum. Ada dua hukum yang terkenal, yaitu Hukum Mendel I dan Hukum Mendel Two. a. Hukum Mendel 1 atau hukum segregasi dapat dibuktikan denga persilangan monohibrid persilangan dengan satu sifat beda. b. Hukum Mendel 2 atau hukum pengelompokan secara bebas dapat dibuktikan dengan persilangan dihibrid persilangan dengan dua sifat beda. Hal ini berlaku untuk semua makhluk hidup baik hewan, tumbuhan, maupun manusia. Hukum mendel tersebut berdasarkan hipotesis-hipotesis berikut ini Gamet, yaitu sel kelamin yang sudah matang. Dengan kata lain gamet merupakan mata rantai penghubung antara induk dan keturunannya secara seksual. Melalui gamet ini diwariskan sifat-sifat menurun suatu organisme kepada generasi berikutnya. Di bawah ini adalah hipotesis Mendel mengenai penurunan sifat. a. Setiap sifat dikendalikan oleh satu pasang faktor keturunan yang sekarang kita kenal dengan gen, yaitu satu dari individu jantan dan satu dari individu betina. b. Setiap faktor keturunan menunjukkan bentuk alternatif sesamanya, misalnya tinggi atau rendah, bulat atau keriput, merah atau putih. Kedua bentuk alternatif tersebut disebut alel. c. Jika pasangan faktor itu terdapat bersama-sama dalam satu tubuh suatu individu, faktor dominan akan menutup faktor resesif, misalnya genotipe individu Bb dengan gen B untuk bulat dominan terhadap gen b untuk keriput, maka fenotipe untuk individu tersebut adalah bulat, genotipenya bersifat heterozigot. d. Pada waktu pembentukan gamet meiosis, setiap alel berpisah, misalnya genotipe individu Bb akan menghasilkan gamet yang mengandung gen B dan gamet yang mengandung gen b. Jadi, akan terbentuk dua macam gamet. e. Individu yang murni mempunyai pasangan sifat alel yang sama, yaitu dominan saja atau resesif saja, misalnya untuk BB pasangan sifat dominan atau bb untuk pasangan resesif. Genotipe individu tersebut homozigot BB disebut homozigot dominan dan bb disebut homozigot resesif. Hukum Pewarisan Sifat Mendel Jika individu dengan sifat A melakukan perkawinan dengan individu lain dengan sifat B, sifat keturunannya dapat mengikuti salah satu induknya atau merupakan hasil kombinasi dari sifat kedua induknya. Penurunan atau pewarisan sifat dari induk atau tetua kepada generasi keturunan berikutnya disebut inheritansi inheritance. Peristiwa pewarisan sifat tersebut mengikuti pola-pola tertentu yaitu pola-pola hereditas Latin heres atau ahli waris. Hukum Mendel merupakan Hukum Hereditas yang menjelaskan prinsip-prinsip penurunan sifat pada organisme. Teori Mendel didukung beberapa biologiwan seperti De Vries Belanda, Correns Jerman, dan Tschermak Austria. Suatu hipotesis memprediksi bahwa dari generasi ke generasi, populasi dengan perkawinan bebas akan menghasilkan individu yang sama seragam. Namun kenyataannya, dalam pengamatan setiap hari dan hasil percobaan pengembangbiakan hewan serta tumbuhan bertolak belakang dengan prediksi tersebut. Untuk mengembangkan teorinya, Mendel menggunakan objek kajian berupa tanaman kacang kapri atau ercis. Alasan dan keuntungan pemilihan kacang kapri untuk objek kajiannya antara lain kapri memiliki pasangan-pasangan yang kontras, mudah disilangkan, mampu menghasilkan keturunan banyak dan cepat karena daur hidupnya yang pendek, serta dapat melakukan autogami atau penyerbukan sendiri karena mempunyai organ kelamin jantan stamen atau benang sari dan organ kelamin betina putik atau pistillum dalam tiap bunganya. Mendel mengamati tujuh sifat kacang kapri Pisum sativum tersebut, antara lain biji bulat dibandingkan dengan biji keriput; biji warna kuning dibandingkan dengan biji warna merah; buah warna hijau dibandingkan dengan buah warna kuning; buah mulus dibandingkan dengan buah berlekuk; bunga warna ungu dibandingkan dengan bunga warna putih; dan letak bunga diaksial ketiak dibandingkan bunga di final ujung; serta batang panjang dibandingkan dengan batang pendek. Mendel memindahkan serbuk sari yang belum dewasa atau matang, dan menaburkan serbuk sari ke kepala putik pada bunga yang serbuk sarinya sudah dihilangkan. Selanjutnya, ia menyilangkan dua individu galur murni atau true convenance yaitu tanaman yang apabila melakukan penyerbukan sendiri, senantiasa menghasilkan tunas yang sifatnya sama persis dengan sifat induknya yang sama–sama memiliki pasangan sifat kontras, misalnya kacang kapri berbunga merah galur murni dengan kacang kapri berbunga putih galur murni atau tanaman kacang kapri batang panjang dengan kacang kapri berbatang pendek. Hasil penyilangan menunjukkan bahwa sifat dari dua induk tidak muncul sekaligus hanya satu sifat. Kacang kapri berbunga merah yang disilangkan dengan kacang kapri berbunga putih menghasilkan kacang kapri berbunga merah. Berarti warna merah dominan terhadap warna putih, atau warna putih resesif terhadap warna merah. Alel dominan yaitu gen penentu sifat yang menutupi sifat pasangannya alel resesif , dan ditulis dengan huruf besar dalam contoh di atas, warna merah bersifat dominan dan ditulis sebagai G. Alel resesif yaitu alel penentu sifat yang ditutupi oleh sifat pasangannya alel dominan, dan ditulis dengan huruf kecil dalam contoh di atas, warna putih bersifat resesif dan ditulis sebagai yard. Selanjutnya, Mendel menyilangkan sesama F1 yang berbunga merah. Keturunan generasi kedua F2nya terdiri dari tanaman berbunga merah dan tanaman berbunga putih dengan rasio perbandingan 3 1. Berdasarkan penelitiannya, Mendel menyusun beberapa hipotesa sebagai berikut i. Sepasang gen dari induk jantan dan induk betina berperan dalam mengendalikan setiap sifat pada keturunannya. ii. Setiap alel anggota dari sepasang gen menunjukkan bentuk alternatif sesamanya. Misalnya warna merah dengan putih, atau biji bulat dengan biji keriput. 3. Pasangan alel berbeda yang terdapat bersama–sama dalam satu individu tanaman, terdiri dari alel yang merupakan faktor dominan dan faktor resesif. Faktor dominan akan menutupi faktor resesif. 4. Pada saat pembentukan gamet meiosis, masing-masing alel memisah secara bebas. Selanjutnya, penggabungan gamet terjadi secara acak. 5. Individu murni mempunyai pasangan sifat alel yang sama yaitu dominan saja, atau resesif saja. Setelah diuji berkali-kali ternyata hasil penelitian Mendel tetap, sehingga hipotesis Mendel ditetapkan sebagai Hukum Mendel yang pokok, yaitu Hukum Mendel I Hukum Segregasi dan Hukum Mendel Ii Hukum Pengelompokan atau Penggabungan.

macam genotipe dengan dua sifat beda pada f2 berjumlah